RSS

Artikel: Pendekatan dan Metode Pendidikan Matematika

BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Didalam proses belajar mengajar tercakup komponen,pendekatan,dan

berbagai metode pengajaran yang dikembangkan dalam proses tersebut.Tujuan

utama diselenggarakannya proses proses keberhasilan siswa dalam belajar dalam

rangka pndidikan baik dalam suatu mata pelajaran maupun pendidikan pada

umumnya.Jika guru terlibat didalamnya dengan segala macam metode yang

dikembangkan maka yang berperan sebagai pengajar berfungsi sebagai pemimpin

belajar atau fasilitator belajar ,sedangkan siswa berperan sebagai pelajar atau

individu yang belajar.usaha-usah guru dalam proses tersebut utamanya adalah

membelajarkan siswa agar tujuan khusus maupun umum proses belajar itu tercapai.

Usaha-usaha guru dalam mengatur dan menggunakan berbagai variable

pengajaran merupakan bagian penting dalam keberhasilan siswa mencapai tujuan

yang direncanakan.karena itu pemilihan metode,strategi dan pendekatan dalam

situasi kelas yang bersangkutan sangat penting.upaya pengembangan strategi

mengajar tersebut berlandas pada pengertian bahwa mengajar merupakan suatu

upaya memberikan bimbingan kepada siswa untuk melakukan kegatan belajar atau

dengan kata lain membelajarkan siswa seperti yang disebutkan diatas.

B. Masalah

1. Bagaimana dampak bagi pelajar dengan pendekatan deduktif dan indultif?

2. Bagaimana sebenarnya metode ceramah yang baik dan menyenangkan?

3. Apakah penggunaan metode penemuan dapat memudahkan siswa dalam

belajar matematika?

4. Bagaimana PAKEM dapat diterapkan dalam pembelajaran matematika ?

C.Tujuan

1. Untuk mengetahui apakah penggunaan metode penemuan dapat memudahkan.

siswa dalam pembelajaran matematika.

2. Untuk mengetahui apakah dampak bagi pelajar dengan pendekatan deduktif

dan induktif berhasil.

3. Untuk mengetahui cara metode ceramah yang baik dan menyenangkan.

4. Untuk mengetahui sejauh mana matode PAKAM di terapkan dalam

pembelajaran matematika.

http://www.aadesanjaya.blogspot.com

BAB II

PEMBAHASAN

Pendidikan merupakan sarana terpenuhinya proses belajar manusia. Tanpa

pendidikan manusia tidak mampu mengembangkan fitrahnya sebagai insan

pedagogik yang perlu didik dan mendidik. Namun, suatu pendidikan akan

mempunyai mutu yang tinggi apabila guru mempunyai mutu yang tinggi pula,

sedangkan mutu guru sangat ditentukan oleh pemahamannya tentang metode yang

diterapkan dalam pembelajaran materi matematika.

Pengembangan pendidikan matematika merupakan suatu proses penyusunan

pendidikan matematika itu sendiri. Proses ini dimulai dari pengembangan kebijakan

pendidikan matematika, prinsip-prinsip pengembangan, pendekatan dan model

pengembangan pendidikan matematika serta pengaturan pelaksanaan pendidikan

matematika. Dalam pembahasan ini, kami hanya akan membahas mengenai prinsip,

pendekatan, dan model pengembangan pendidikan matematika.

Dalam pengembangan pendidikan matematika didasarkan pada prinsip-prinsip

yang mengakomodir proses penyusunan pendidikan matematika atau

pengembangan pendidikan matematika itu sendiri. Dalam dunia pendidikan

pendidikan matematika sangatlah menentukan keberhasilan maupun

ketidakberhasilan suatu pendidikan, karena pendidikan matematika merupakan

acuan dasar dalam proses belajar mengajar. Sedangkan dalam pengembangan

pendidikan matematika tersebut harus didasari oleh prinsip-prinsip yang sesuai dan

seimbang.

Selain prinsip, pendekatan juga sangat penting dalam pengembangan

pendidikan matematika. Pendekatan menjadi bagian dari proses penyusunan

pendidikan matematika. Namun, pendekatan mana paling sesuai dan baik bukan

menjadi soal. Karena, dalam pengembangan pendidikan matematika pendekatan

tersebut disesuaikan dengan kondisi lingkungan sekolah. Pendekatan yang satu

dengan yang lainnya boleh jadi tidak sesuai diterapkan dalam pengembangan

pendidikan matematika di suatu sekolah. Namun, ia akan sangat diperlukan bila

diterapkan di sekolah lain.

Bersamaan dengan prinsip dan pendekatan, pendidikan matematika juga

memiliki model pengembangan yang diarahkan untuk mencapai tujuan pendidikan

nasional. Model pengembangan pendidikan matematika yang berlaku di Indonesia

http://www.aadesanjaya.blogspot.com

bersifat desentralisasi yang dikembangkan dari bawah yaitu dari pihak guru atau

sekolah. Guru atau sekolah dapat menilai model pengembangan pendidikan

matematika mana didasarkan pada pertimbangan bahwa guru adalah Perencana

maupun pelaksana daripada pendidikan matematika tersebut serta guru atau sekolah

yang dekat dan mengetahui kebutuhan proses kegiatan belajar mengajar

berlangsung.

Model-Model Pembelajaran

Metode Mengajar“Cara mengajar yg dpt digunakan untuk semua bahan

pelajaran”

Misalnya:

Metode: ceramah, penemuan, ekspositori, diskusi, tanya jawab, pemecahan

masalah, dsb. Teknik Mengajar“Cara mengajar yg memerlukan keahlian khusus

atau bakat khusus”

Beberapa model pembelajaran matematika antara lain :

1) Model pembelajaran dengan pendekatan induktif dan deduktif.

Kedua pendekatan ini merupakan pendekatan yang ditinjau dari interaksi

antara siswa dengan bahan ajar. Kedua pendekatan ini saling bertentangan.

Pendekatan deduktif merupakan suatu penalaran dari umum ke khusus, sedangkan

pendekatan induktif suatu penalaran dari khusus ke umum.

a. Pendekatan deduktif berdasarkan penalaran deduktif.

b. Penalaran deduktif = cara berpikir menarik kesimpulan dari hal yang umum

menjadi kasus yang khusus.

c. Penarikan kesimpulan secara deduktif biasanya menggunakan pola berpikir

silogisme; terdiri dari 2 macam pernyataan yang benar dan sebuah kesimpulan

(konklusi)

d. Kedua pernyataan pendukung silogisme disebut premis (hipotesis): Premis

Mayor dan Premis Minor.

e. Kesimpulan diperoleh sebagai hasil penalaran deduktif berdasarkan macam

premi itu.

DEFINISI

Kuadrat suatu bilangan adalah ialah bilangan yang diperoleh dengan mengalikan

Suatu bilangan dengan dirinya sendiri

Contoh

Kuadrat dari 4 adalah 42 = 4 x 4 = 16

http://www.aadesanjaya.blogspot.com

Kuadrat dari 5 adalah 52 = 5 x 5 = 25

Dalam pendekatan induktif penyajian bahan ajar dimulai dari contoh-contoh

kongkrit yang mudah dipahami siswa. Berdasarkan contoh-contoh tersebut siswa

dibimbing menyusun suatu kesimpulan. Menurut Purwanto (2002: 47), kebenaran

kesimpulan yang disusun secara indutif ini ditentukan tepat tidaknya (atau

representative tidaknya) contoh yang dipilih. Biasanya makin banyak contoh makin

besar pula tingkat kebenaran kesimpulannya.

a. Pengetahuan dapat diperoleh dengan akal atau percobaan, Untuk mendapatkan

pengetahuan dengan akal digunakan pendekatan deduktif, Untuk mendapatkan

pengetahuan dengan percobaan digunakan pendekatan induktif, Pada

hakikatnya, matematika merupakan suatu ilmu yang didasarkan atas akal

(rasio) yg berhubungan dengan benda-benda pikiran yang abstrak

b. Karena matematika adalah ilmu deduktif, seharusnya mengajarkannya

menggunakan pendekatan deduktif pula.

c. Pendekatan deduktif dilakukan dalam program pengajaran matematika

tradisional, sebelum program pengajaran matematika modern yang sekarang

banyak digunakan.

d. Pada era sekarang pengajaran matematika banyak digunakan macam-macam

pendekatan, tetapi pendekatan itu merupakan pula pendekatan deduktif dan

induktif

Contoh :

4 │ 8 arttinya 4 adalah pembagi 8

Karena ada bilangan bulat 2 sehingga

8 = 2 x 4

6 │ 36 arttinya 6 adalah pembagi 36

Karena ada bilangan bulat 6 sehingga

36 = 6 x 6

Dari kedua contoh di atas, KESIMPULANNYA

Suatu bilangan bulat a dikatakan membagi bilangan bulat b atau a │ b

Jika dan hanya jika ada bilangan bulat K sehingga b = K .a

http://www.aadesanjaya.blogspot.com

2). Metode Ceramah yang Menyenangkan

Metode ceramah yang monoton, memanglah dirasakan sangat membosankan

bagi para peserta didiknya, apalagi bila disajikan dalam bentuk dongeng, yang

berfungsi sebagai pengantar siswanya untuk tidur di malam yang hening, bahkan

kadang kala si pengajar melenceng dari materi yang semestinya disampaikan, justru

ia malah menceritakan tentang keadaan keluarganya, sampai ke para tetangganya,

seolah-olah si guru itu curhat kepada muridnya. Hal ini serupoa dengan sebuah situs

dari internet yang menceritakan

Ini adalah contoh nyata dari bumi belahan lain di dunia pendidikan, oleh

karena itu kita sebagai calon guru masa depan yang baik, haruslah mempersiapkan

segala sesuatunya, baik itu dari segi disiplin ilmu, pemahaman segala konsep dan

teknik segala keterampilan, hubungan sosial terhadap lingkungan, serta akhlak dari

personal kita sendiri, karena bukanlah tidak mungkin, kisah dosen tadi terjadi pada

diri kita, menjadi seorang pengajar yang membosankan, tidak menarik, bahkan

sampai dijuluki ‘monster’ oleh anak didik kita sendiri.

3). Model pembelajaran dengan pendekatan ekspositori

Pendekatan ekspositori merupakan suatu pendekatan yang ditinjau dari

interaksi guru dengan siswa. Dalam pendekatan ini semata-mata siswa tinggal

menerima apa yang disajikan oleh guru. Jadi guru telah mempersiapkan dan

merencanakan secara sistimatis sehingga siswa dapat menerimanya dengan mudah.

Untuk itu dalam proses pembelajaran guru perlu melakukan apersepsi, yaitu

mengingatkan kembali pengetahuan yang berkaitan dengan bahan ajar yang akan

disajikan. Dalam pembelajaran ini guru menjelaskan panjang lebar, jika perlu guru

membuat gambar maupun menggunakan media yang dianggap dapat lebih

mempermudah siswa memahami bahan ajar yang disampaikan.

4) Model pembelajaran dengan Pendekatan Proses

Dalam pendekatan ini guru menciptakan kegiatan pembelajaran yang

bervariasi sedemikian sehingga siswa terlibat secara aktif dalam berbagai

pengalaman. Atas bimbingan guru siswa diminta untuk merencanakan,

http://www.aadesanjaya.blogspot.com

melaksanakan, dan menilai sendiri suatu kegiatan. Menurut Sagala (2003), dalam

pendekatan proses ini yang dapat dilakukan siswa antara lain: mengamati gejala

yang timbul, mengklasifikasikan, mengukur besaran-besarannya, mencari hubungan

konsep konsep yang ada, mengenal adanya masalah, merumuskan masalah,

merumuskan hipotesa, melakukan percobaan, menganalisis data dan

menyimpulkan.Dalam pembelajaran PKn tidak semua aktifitas seperti tersebut

diatas dilaksanakan.

Macam-macam strategi pembelajaran matematika antara lain :

a). interaksi di dalam kelas

Pada hakekatnya belajar matematika adalah berfikir dan berbuat atau

mengerjakan matematika.Di sinilah makna dari strategi pembelajaran matematika

adalah strategi pembelajaran aktif,yang di tandai oleh dua factor.

a. interaksi antara seluruh komponen dalam proses belajar mengajar, diantaranya

antara dua komponen utama yaitu guru dan siswa

b. berfungsinya secara optimal yang meliputi indra , emosi, karsa, karya, dan

nalar. Hal itu dapat berlangsung antara lain jika proses itu melibatkan aspek

visual, audio, maupun teks ( Anderson, 1981 ).

Pembelajran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan

Untuk memperoleh hasil belajar ,salah satu pendekatan umum yang dapat

digunakan adalah pendekatan PAKEM ( Pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif,

dan menyenagkan). Secara ringkas PAKEM dapat diungkapkan sebagai berikut :

b). Dari segi guru

A = Aktif , guru aktif :

  • • Memantau kegiatan belajar siswa
  • • Memberi umpan balik
  • • Mengajukan pertanyaan yang menantang
  • • Mempertanyakan gagasan siswa

K = kreatif, guru :

  • • Mengembangkan kegiatan yang beragam
  • • Membuat alat Bantu belajar sederhana

E = Efektif, pembelajaran :

  • • Mencapai tujuan pembelajaran

M = Menyenagkan , pembelajaran :

http://www.aadesanjaya.blogspot.com

  • • Tidak membuat anak takut

- takut salah

- takut ditertawakan

- takut dianggap sepele

c). Dari segi siswa

A = Aktif , siswa aktif :

  • • Bertanya
  • • Mengemukan gagasan
  • • Mempertanyakan gagasan orang lain dan gagasannya.

K = kreatif, siswa :

  • • Merancang atau membuat sesuatu
  • • Menulis atau mengarang

E = Efektif, siswa :

  • • Menguasai keterampilan yang di perlukan

M = Menyenagkan pembelajaran membuat siswa :

  • • Berani mencoba / berbuat
  • • Barani bertanya
  • • Berani mengemukan pendapat
  • • Berani mempertanyakan gagasan orang lain

d). Beberapa teknik penyajian bahan ajar matematika

Peningkatan optimalisasinya komunikasi antara lain dipengaruhi oleh

kemampuan guru dalam menguasai berbagai teknik dalm pembelajaran yang

menyatu dalam setiap metode. Berikut ini diuraikan beberapa teknik untuk

meningkatkan efektiftifitas pembelajaran.

e). Teknik menjelaskan

Menjelaskan merupakan salah satu bagian penting dalam proses kegiatan

belajar mengajar . karena itu tekni ini sangat perlu dikuasai guru, namun dengan

guru senantiasa membatasi diri agar tidak terjebak ceramah murni yang

menghilangkan peranan siswa kecuali hanya mendengarkan atau bahkan hanya

mendengar yang di kemukakan guru. Beberapa hal yang penting adalah :

1) Gunakan bahasa yang sederhana, jelas, dan mudah dimengerti serta

komunikatif

http://www.aadesanjaya.blogspot.com

2) Ucapan hendaknya terdengar dengan jelas, lengkap, tertentu, dan

dengan intonasi yang tepat

3) Bahan disiapkan dengan sistematis mengarah ke tujuan

4) Penampilan hendaknya menarik, diselingi, dengan gerak dan humor

sehat

5) Adakan variasi atau selingan dengan metode lain, misalnya Tanya

jawab, menggunakan alat Bantu seperti lembar peraga (chart)

f). Teknik bertanya

Ada pepetah dalam pembelajaran : “ Questioning is the heart of the teaching”,

artinya pertanyaan adalah jantungnya pengajaran. Kalu demikian, ppengajaran tanpa

bertanya, adalah pengajaran yang gersang. Untuk menggunakan Tanya jawab, perlu

tujuan mengajukan pertanyaan, jenis dan tingkat pertanyaan, serta teknik

mengajukanpertanyaan.

Tujuan mengajukan pertanyaan antara lain untuk :

1) Memotivasi siswa

2) Menyegarkan apresiaisi siswa

3) Memulai diskusi

4) Mendorong siswa agar berfikir

5) Mengarahkan perhatian siswa

6) Meggalakkan penyelidikan

7) Mendiagnosis / memeriksa tanggapan siswa

8) Menarik perhatian siswa

9) Mengundang pertanyaan siswa

5. Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing

Dalam menggunakan metode penemuan terbimbing, peranan guru adalah:

menyatakan persoalan, kemudian membimbing siswa untuk menemukan

penyelesaian dari persoalan itu dengan perintah-perintah atau dengan lembar kerja.

Siswa mengikuti pertunjuk dan menemukan sendiri penyelesaiannya.

Penemuan terbimbing biasanya dilakukan dengan bahan yang dikembangkan

pembelajarannya secara induktif. Guru harus yakin benar bahwa bahan “yang

ditemukan” sungguh secara matematis dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Seringkali peranan guru dalam penemuan terbimbing diungkapkan dalam

http://www.aadesanjaya.blogspot.com

lembar kerja penemuan terbimbing. Lembar kerja ini biasanya digunakan dalam

memberikan bimbingan kepada siswa menemukan konsep atau terutama prinsip

(rumus, sifat). Penyusunan lembar kerja jenis ini biasanya

diawali dari guru menyiapkan secara lengkap tahap demi tahap dalam menjelaskan

adanya suatu sifat atau prinsip atau rumus.

Penjelasan ini dituang dalam suatu tulisan secara lengkap. Kemudian

dipikirkan, jika penjelasan itu dilakukan di kelas, dan dilakukan dengan tanya jawab,

dicatat di bagian manakah yang kiranya perlu digunakan sebagai bahan tanya jawab.

Bagian yang ditanyakan ini dapat berupa pendapat siswa tentang bahan yang lalu

yang perlu digunakan dalam pengembangan konsep,atau pendapat siswa tentang

tahapan yang perlu dipertimbangkan dalam melangkah, atau isian yang berupa

bilangan atau kata kunci dalam menuju tujuan penemuan tersebut. Bagian-bagian

yang perlu ditanyakan tadilah yang perlu dihapus dari catatan penjelasan lengkap, dan

dalam lembar kerja diungkapkan dalam bentuk tempat kosong atau titik-titik yang

harus diisi oleh siswa

Strategi Dan Pendekatan Dalam Model Investigasi

Flenor (1974) membagi kegiatan guru menjadi 5 (lima) tahap:

1) Apersepsi,

2) Investigasi,

3) Diskusi,

4) Penerapan, dan

5) Pengayaan.

Pada investigasi, siswa bekerja secara bebas, individual atau berkelompok.

Guru hanya bertindak sebagai motivator dan fasilitator yang memberikan dorongan

siswa untuk dapat mengungkapkan pendapat atau menuangkan pemikiran mereka

serta menggunakan pengetahuan awal mereka dalam memahami situasi baru. Guru

juga berperan dalam mendorong siswa untuk dapat memperbaiki hasil mereka sendiri

maupun hasil kerja kelompoknya.

Kadang mereka memang memerlukan orang lain, termasuk guru untuk dapat

menggali pengetahuan yang diperlukan, misalnya melalui pengembangan pertanyaanpertanyaan

yang lebih terarah, detail atau rinci. Dengan demikian guru harus selalu

menjaga suasana agar investigasi tidak berhenti di tengah jalan. Dalam hal investigasi

yang dilaksanakan secara berkelompok, Lazarowitz dan kawan-kawannya (1988) dan

juga Sharan dan para koleganya (Sharan et al, 1989; Sharan & Sharan, 1990)

http://www.aadesanjaya.blogspot.com

mendisain model kelompok investigasi yang memberikan kemungkinan siswa untuk

melakukan berbagai pengalaman belajar.

Para siswa terlibat dalam setiap tahap kegiatan

a. mengidentifikasi topik dan mengorganisasi kelompoknya dalam

“kelomp[ok peneliti”,

b. merencanakan tugas pembelajaran,

c. melaksanakan penyelidikan,

d. menyiapkan laporan,

e. menyampaikan laporan akhir,

f. mengevaluasi program.

Diskusi kelompok maupun diskusi kelas merupakan hal yang sangat penting

guna

memberikan pengalaman mengemukakan dan menjelaskan segala hal yang mereka

pikirkan dan membuka diri terhadap yang dipikirkan oleh teman mereka. Pengalaman

yang baik seperti ini akan memotivasi siswa untuk belajar dan mau menyelidiki

(menginvestigasi) lebih lanjut. Pengalaman bekerjasama dalam banyak hal sangat

sesuai dengan semangat gotong royong yang telah berkembang sejak lama di bumi

tercinta Indonesia ini. Hal ini perlu selalu dikembangkan dengan melatihkannya

kepada para siswa.

Dalam kerja kelompok siswa, Malone dan Krismanto (1993) menemukan

bahwa sebagian besar siswa menginginkan mereka sendirilah yang menentukan

anggota kelompok kegiatan, dengan banyak anggota 3 − 5 orang siswa campuran

putra dan putri dan dengan berbagai tingkat kemampuan siswa.

Hal ini sesuai dengan Sharan (1980) bahwa kelompok semacam itu memberikan

efektifitas dalam peningkatan hasil belajar siswa.

Sikap dan kemauan siswa dalam menggunakan pendekatan investigasi tidak

terlepas dari kegemaran siswa akan matematika, pemahaman siswa tentang kegunaan

matematika dan keberanian siswa untuk membentuk sendiri pengetahuan matematika

mereka. Ini sesuai dengan paham yang dikembangkan oleh para pakar dan peneliti

serta penganut konstruktivisme. Karena ituseberapa jauh keberhasilan penggunaan

pendekatan investigasi juga antara lain tergantung ketiga faktor. Karena itu maka guru

juga perlu mengetahui seberapa jauh hal di atas dimiliki siswa disamping berusaha

untuk lebih memberikan pemahaman kepada para siswa.

http://www.aadesanjaya.blogspot.com

Bab III

PENUTUP

1. Metode mengajar yang bervariasi perlu dimiliki oleh pendidik dan

dipraktikkan pada saat mengajar.

2. Pengajaran dengan metode yang efektif dan menyenangkan, akan

menghasilkan tujuan pembelajaran yang optimal.

3. pendekatan PAKEM ( pembelajaran kreatif efektif dan menyenagnkan ) salah

satu pendekatan umum yang digunakan untuk memperoleh haisil belajar yang

maksimal. Karena belajar sama artinya dengan proses aktif membangun

makna / pemahaman dari informasi dan pengalaman oleh si pembelajar. Pada

saat manusia dilahirkan sebenarnya telah ada dua modal kreatifitas yang

dimiliki yatiu rasa ingin tahu dan imajinasi.

4. Kedua pendekatan ini merupakan pendekatan yang ditinjau dari interaksi

antara siswa dengan bahan ajar. Kedua pendekatan ini saling bertentangan.

Pendekatan deduktif merupakan suatu penalaran dari umum ke khusus,

Sedangkan pendekatan induktif suatu penalaran dari khusus ke umum.

Dalam pendekatan induktif penyajian bahan ajar dimulai dari contoh-contoh

kongkrit yang mudah dipahami siswa. Berdasarkan contoh-contoh tersebut

siswa dibimbing menyusun suatu kesimpulan. kebenaran kesimpulan yang

disusun secara indutif ini ditentukan tepat tidaknya (atau representative

tidaknya) contoh yang dipilih. Biasanya makin banyak contoh makin besar

pula tingkat kebenaran kesimpulannya.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: